1.) Dari Atha' bin Abu Rabbah, dia berkata. "Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku. 'Maukah kutunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni sorga ? Aku menjawab. 'Ya'. Dia (Ibnu Abbas) berkata. "Wanita berkulit hitam itu pernah mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, seraya berkata. 'Sesungguhnya aku sakit ayan dan (auratku) terbuka. Maka berdoalah bagi diriku. Beliau berkata. 'Apabila engkau menghendaki, maka engkau bisa bersabar dan bagimu adalah sorga. Dan, apabila engkau menghendaki bisa berdo'a sendiri kepada Allah hingga Dia memberimu fiat'. Lalu wanita itu berkata. 'Aku akan bersabar. Wanita itu berkata lagi. 'Sesungguhnya (auratku) terbuka. Maka berdo'alah kepada Allah bagi diriku agar (auratku) tidak terbuka'. Maka beliau pun berdoa bagi wanita tersebut". (Ditakhrij Al-Bukhari 7/150. Muslim 16/131)
7. Hadis riwayat Abdullah bin Qais ra., ia
berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang pun yang lebih sabar
mendengar sesuatu yang menyakitkan daripada Allah, karena meskipun mereka
menyekutukan Allah serta beranggapan bahwa Allah memiliki anak, tetapi Allah
tetap memberikan rezeki, kesehatan serta menganugerahkan apa yang mereka minta
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]:
5017
8.Dari Abu Malik al-Harits
bin Ashim al-Asy'ari r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda:"Bersuci
adalah separuh keimanan dan Alhamdulillah itu memenuhi imbangan, Subhanallah dan
Alhamdulillah itu dapat memenuhi atau mengisi penuh apa-apa yang ada di antara
langit-langit dan bumi. Shalat adalah pahala, sedekah adalah sebagai tanda -
keimanan bagi yang memberikannya - sabar adalah merupakan cahaya pula, al-Quran
adalah merupakan hujjah untuk kebahagiaanmu - jikalau mengikuti
perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya - dan dapat pula sebagai
hujjah atas kemalanganmu - jikalau tidak mengikuti perintah-perintahnya dan suka
melanggar larangan-larangannya. Setiap orang itu berpagi-pagi, maka ada yang
menjual dirinya - kepada Allah - bererti ia memerdekakan dirinya sendiri - dari
siksa Allah Ta'ala itu - dan ada yang merosakkan dirinya sendiri pula - kerana
tidak menginginkan keredhaan Allah Ta'ala." (Riwayat
Muslim)
9. Dari Abu Yahya, iaitu Shuhaib bin Sinan r.a.,
katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Amat menghairankan sekali keadaan orang mu'min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seseorang pun melainkan hanya untuk orang mu'min itu belaka, iaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, ia pun bersyukur-lah, maka hal itu adalah kebaikan baginya, sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran - yakni yang merupakan bencana - ia pun bersabar dan hal ini pun adalah merupakan kebaikan baginya." (Riwayat Muslim)

0 Comments:
Post a Comment